Contents
APPASIH.com – Jumpa lagi di Appasih.com dengan pembahasan Moodle masih dalam tahap instalasi. Di artikel sebelumnya kita membahas tentang Install Moodle di Debian 10 dan Install Moodle di XAMPP. Kali ini kita akan membahas tentang bagaimana Install Moodle di Ubuntu 20. Ya, masih di keluarga linux.
Persiapan
Pada tutorial ini memang dipilih OS Ubuntu karena OS ini cukup familiar dan banyak digunakan. Jenis OS yang digunakan ada jenis OS Server, artinya proses instalasi dan konfigurasi akan lebih banyak menggunakan model CLI (Command Line Interface) seperti yang sudah kita lakukan pada proses Install Moodle di Debian sebelumnya.
Sebenarnya apa kelebihan Ubuntu? Tentu ini pertanyaan mendasar yang sering muncul. Selain familiar di kalangan pengguna Linux, Repository bawaan Ubuntu sudah cukup lengkap, sehingga mungkin kita tidak akan terlalu repot mengenai repositori seperti sebelumnya. Pada artikel ini pula memang sengaja dipilih OS Ubuntu versi terkini pada tahunnya agar artikel ini faktual dan sesuai perkembangan.
Proses install Moodle di Ubuntu bisa dibilang cukup dan lebih mudah daripada install Moodle di Debian. Mengapa? Jawabannya sudah ada di atas, yaitu Ubuntu sudah menyediakan repositori bawaan yang cukup lengkap sehingga kita tidak perlu mengubahnya saat install Moodle.
Komposisi yang Digunakan :
- OS: Ubuntu Server 20.10
- Web server: Nginx (latest)
- PHP Engine: PHP 7.4 FPM
- Database: MariaDB (latest)
- Moodle: Moodle 3.10
Alat dan Bahan
- File VDI Ubuntu Server 20.10 : Dapat didownload di situs resminya Ubuntu atau di OSBoxes
- VirtualBox : Dapat didownload di situs resminya VirtualBox
- PC/ Laptop : Beli sendiri
- Akses Internet : Diperlukan untuk mendownload paket -paket instalasi
Pra Instalasi
Import Image ke VirtualBox
Pastikan aplikasi VirtualBox sudah terinstal di komputer. Pastikan juga OS yang sudah siap pakai sudah di download dan sudah terekstrak seperti di bawah ini :
Setelah itu buka aplikasi VirtualBox. Pilih New atau Baru di sebelah atas seperti di bawah ini :
Selanjutnya isi dialog yang muncul kurang lebih seperti di bawah ini :
Klik Next untuk melanjutkan.
Selanjutnya adalah pengaturan Memory RAM. Pada dasarnya, kita akan membagi OS asli di komputer kita dengan OS di VirtualBox. Oleh karena itu disarankan agar pengaturan RAM pada langkah ini adalah separuh dari jumlah RAM komputer kita. Misal komputer kita mempunyai RAM 4GB, maka ukuran RAM di VirtualBox untuk setiap OS adalah 2GB. Kurang lebih seperti di bawah ini :
Klik Next untuk melanjutkan dan pilih pengaturan seperti di bawah ini :
Selanjutnya kita akan diminta menunjukkan file VDI atau Image yang akan diimport ke Virtual Box. Klik Add seperti di bawah ini :
Pilih file VDI hasil download kemudian klik Open seperti di bawah ini :
Kemudian pilih Choose seperti di bawah ini :
Selanjutnya pilih Create seperti di bawah ini :
File VDI sudah berhasil diimport ke VirtualBox. Selanjutnya klik Setting seperti di bawah ini untuk mengatur mesin virtual tersebut :
Klik Menu System, pilih tab Processor kemudian geser atau berikan nilai pada Processor(s). Prinsip pada pengaturan ini sama dengan pengaturan RAM yaitu setengah dari jumlah processor komputer kita atau patokannya adalah tepat diantara perbatasan garis warna hijau dan merah seperti di bawah ini :
Selanjutnya klik menu Network dan pilih tab Adapter 1 kemudian lakukan setting seperti di bawah ini :
Setelah itu pilih tab Adapter 2, kita fungsikan adapater 2 dengan melakukan setting seperti di bawah ini :
Klik OK untuk menyimpan pengaturan dan jalankan mesin virtual kita dengan klik Start seperti di bawah ini :
Jika OS sudah berjalan dan siap digunakan maka akan muncul tampilan Login. Masukkan User dan Password seperti di bawah ini :
Kemudian masuk ke User Root dengan cara mengetikkan perintah :
sudo su
Tekan Enter pada keyboard dan masukkan password untuk user Root seperti di bawah ini :
Dapat dilihat, setelah berhasil masuk ke user root maka user paling depan (yang ditunjuk anak panah) berubah menjadi root.
Pengaturan IP Adress
Sebelum melakukan aktifitas lain – lain, atur dulu IP Adress OS Ubuntu agar kedepannya mudah untuk dilakukan konfigurasi dan instalasi. Pengaturan ini dilakukan karena OS yang dipakai adalah berbasis CLI, padahal instalasi Moodle dan lain – lain dilakukan melalui browser. Oleh karena itu kita perlu menentukan alamat OS Ubuntu agar mudah diakses nantinya.
Selain itu, IP yang dimasukkan harus sama dengan jaringan internet karena kita akan melakukan beberapa proses download langsung dari server. Pada tutorial ini kebetulan IP jaringan internet adalah kelas C kepala 1 yaitu 192.168.1.xxx oleh karena itu settingan IP pada Ubuntu kita atur dengan IP : 192.168.1.200 dengan pengaturan lain menyesuaikan sebagai berikut.
Pertama jalankan perintah berikut :
nano /etc/network/interfaces
Tekan Enter pada keyboard dan masukkan kode di bawah ini :
#The loopback network interface auto lo iface lo inet loopback #The primary network interface auto enp0s3 iface enp0s3 inet static address 192.168.1.200 netmask 255.255.255.0 network 192.168.1.1 broadcast 192.168.1.255 gateway 192.168.1.1
Teliti sekali lagi, jika sudah sesuai maka tekan Ctrl + X lalu tekan Y dan Enter untuk menyimpan pengaturan.
Selanjutnya, Restart servis jaringan dengan cara menjalankan perintah di bawah ini :
netplan apply
Tekan Enter pada keyboard, berikut tampilannya :
Berikutnya kita tes OS Ubuntu nya, apakah sudah terkoneksi dengan internet atau belum dengan perintah :
ping 8.8.8.8
Tekan Enter pada keyboard, berikut tampilannya :
Oke, sudah berhasil konek ke internet dilihat dari tampilan di atas yaitu 64 bytes from …. Ini artinya sudah ada data atau koneksi yang masuk.
Update dan Upgrade
Kita lakukan Update dan Upgrade OS terlebih dahulu agar fresh dengan paket – paket terbaru. Jalankan perintah berikut :
apt-get update && apt-get upgrade -y
Tekan Enter pada keyboard, berikut tampilannya :
Tunggu hingga proses selesai. Biasanya memakan waktu agak lama. Setelah proses Pra Install selesai, kita akan lanjut ke proses Instalasi paket – paket yang dibutuhkan oleh Moodle.
Proses Install ini akan dilanjutkan di Cara Install Moodle di Ubuntu 20 Dengan Nginx Bagian 2